Ponsel Basah, Komunikasi Payah
Seorang kawan panik setengah mati saat ponsel-nya tiba-tiba hang, karena basah oleh hujan. Padahal ia harus menghubungi istrinya, yang sedang menunggu kabar beritanya. Ia pun menyusuri gang-gang sempit, tapi tidak satupun wartel yang ditemui. Ia makin panik. Untunglah, di akhir pencariannya ada seorang penjaga wartel yang berbaik hati meminjamkan ponselnya, untuk kemudian diisi dengan simcard milik teman saya.
Seorang kawan lain juga pernah bercerita pada saya, perihal kepanikan yang sama. Rumahnya memang terpencil di pinggiran Jawa Tengah , sehingga ponselnya kesulitan menangkap sinyal. Satu-satunya tempat di dalam rumah yang bisa menangkap sinyal adalah di atas aquarium. Maka, tanpa pikir panjang, ia menaruh ponselnya di atas aquarium di sudut kamar tamu. Nah, terjadilah bencana saat ponsel itu bergetar (karena ada panggilan masuk). Di waktu yang hampir bersamaan, kawan saya segera berlari hendak mengangkat ponselnya. Tetapi sayang, ponsel itu keburu nyemplung di aquarium. Bisa dibayangkan, betapa paniknya dia saat melihat ponselnya menyelam di aquarium.
Nah, mungkin Anda pernah mempunyai pengalaman yang sama; ponsel yang basah. Bagaimana cara menyelamatkan ponsel yang basah? Berikut tips-tips penyelamatan, yang ditulis Tim Forsel Kompas, 15 Des 2008.
1. Copot Baterai
Jika ponsel terkena siraman air, biasanya sebagian air akan ada yang masuk ke dalam ponsel melalui celah-celah casing. Jika hal seperti ini terjadi, langkah penyelamatan yang harus dilakukan segera adalah memutus daya listrik yang mengalir di dalamnya. Dalam hitungan detik sejak ponsel kena siraman air segera copot baterainya. Dengan begitu sirkuit-sirkuit elektronik yang ada di dalamnya tidak akan rusah lebih parah.
2. Copot Kartu SIM
Jika kartu SIM digunakan untuk menyimpan nomor-nomor kontak yang penting, maka langkah selanjutnya adalah segera mencopot kartu SIM dari slotnya di ponsel. Ini demi mencegah elemen pada kartu SIM mengalami kerusakan akibat terlalu lamaterkena basah oleh air. Sekaligus untuk berja-jaga agar kartu SIM masih bisa digunakan untuk seterusnya.
3. Buka Casing Ponsel
Beberapa ponsel keluaran terbaru menggunakan desain casing yang mudah dibuka. Dengan membuka casing maka akan terlihat jelas seberapa banyak air membasahi bagian dalam ponsel. Sekaligus langkah pengeringan dapat langsung dilakukan pada bagian-bagian yang mudah.
4. Lakukan pengeringan
Keringkan dengan menggunakan lap kering, tissui, atau kalau ada dry pack. Jangan mengeringkan dengan menggunakan dryer karena titik air bisa masuk jauh ke bagian terdalam ponsel.
5. Lakukan pengeringan
Mengingat ada bagian-bagian ponsel yang sulit dijangkau untuk usaha pengeringan, maka langkah pengeringan selanjutnya adalah dengan menempatkan ponsel pada wadah berisi beras. Beras sangat efektif untuk menyerap sisa-sisa air yang terdapat pada bagian yang sulit dijangkau. Dengan begitu ponsel akan kering secara sempurna.
6. Hubungan ke Sumber Daya
Biarkan ponsel selama kurang lebih satu hari satu malam sebelum mulai dinyalakan lagi. Gunakan baterai untuk menyalakan ponsel. Jika ponsel tidak menyala copot lagi baterainya lalu hubungan ponsel dengan charger agar mendapat tenaga listrik secara langsung dari sumbernya. Jika ponsel menyala berarti baterai harus diganti dengan yang baru. Tapi jika tidak menyala juga, bawa ponsel ke tempat servis agar mendapat kepastian apakah ponsel masih bisa dipakai atau tidak.
Follow Next Practise Gadget ….
top mar kotop tulisane… pasti tulisan ini special for….
ha ha ha tau aja loe…
Semoga gak terulang lagi ya gorotoyoh….ha3