|
|
Mengalir tanpa henti…
(Talking about anything can make you have many words to to to translate this mystery of world, A Holy Saturday 2008)
Geliat dini hari..
|
|
Pasar Pondok Gede. Aku melintas di jalan melingkari pasar PG, dini hari, setelah tengah malam. Gila.. sepagi ini, di sepanjang pinggir jalan telah ramai orang; penjual sayur, daging, buah, dan bahan-bahan sembako. Bongkar muatan sayur-mayur sibuk memenuhi lapak-lapak. Dua orang pekerja, mengatur dan menurunkan sayuran, pada mobil yang parkir hampir separuh badan jalan. Aku berhenti. Memotret dengan diam-diam. Merekam semua peristiwa dalam benak. Sambil melihat lubang-lubang jalan yang semakin menganga. (Sayang aku belum bisa mengambil gambarnya, waktu malam hpeku buram shoot-nya..tapi akan ku coba).
Waktu menunjuk pukul 00.30. Pasar, sebuah tempat terjadinya transaksi secara langsung antara pembeli dan penjual. Tak peduli atas lalu lalang angkutan yang mulai ramai, para penjual siap menggelar dagangannya. (Kali waktu akan aku tongkrongin itu pasar…aktivitas apa saja yang terjadi 4-5 jam menuju pagi).
Yang pasti, tersodornya dagangan di pasar adalah buah dari perjuangan banyak orang; para pekerja, petani, penyewa mobil, jasa parkir, dan sebagainya).. Ini pasar adalah riuh rendah kehidupan; sedini mungkin harus disiapkan untuk merebut pembeli, melayani kepuasan pembeli, dengan dagangan yang segar-segar.
Pasar…adalah pasar, tanpa make up dan rias kecantikan. (22.03.08)
Comments