juga untuk sepasang karib
Aku mencium dupa ratus, menelusur jalan-jalan kecil di sebuah kota, lalu asapnya membubung ke atas pura, tanpa keraguan … dan titik-titik air dari langit menetesi sepasang jiwa yang sangat rindu pulang … dengan buah tangan restu dan pengampunan…
Dan…
Kotabumi itu sekarang menjadi saksi, bahwa kita masih punya batas. Kepada kotabumi itu, kalian akan menepi, benar-benar menyepi…sampai sepasang cincin saling ditautkan…sampai kota itu benar-benar menangis darah …sebab kalian memang telah berdarah-darah ….
Kuharap, kotabumi itu adalah mulai…
(bukan berhenti…)
Jakarta, 16 Feb 2009
Selamat memasuki masa matiraga. Salam buat keluarga.