KOTABUMI, SEBUAH PERHENTIAN

16 02 2009

juga untuk sepasang karib

Aku mencium dupa ratus, menelusur jalan-jalan kecil di sebuah kota, lalu asapnya membubung ke atas pura, tanpa keraguan …  dan titik-titik air dari langit menetesi sepasang jiwa yang sangat rindu pulang … dengan buah tangan restu dan pengampunan…

Dan…

Kotabumi itu sekarang menjadi saksi, bahwa kita masih punya batas. Kepada kotabumi itu, kalian akan menepi, benar-benar menyepi…sampai sepasang cincin saling ditautkan…sampai kota itu benar-benar menangis darah …sebab kalian memang telah berdarah-darah ….

Kuharap, kotabumi itu adalah mulai…

(bukan berhenti…)

Jakarta, 16 Feb 2009


Tindakan

Information

Satu tanggapan

23 02 2009
Asa Jatmiko

Selamat memasuki masa matiraga. Salam buat keluarga.

Tinggalkan komentar